Friday, December 28, 2018

Teori biaya produksi jangka panjang


Teori Biaya Produksi Jangka Panjang
Teori tingkah laku  konsumen memberikan latar belakang yang penting di dalam memahami sifat permintaan pembeli di pasar. Dari analisis itu sekarang telah dapat dipahami alasan yang mendorong para pembeli menaikan permintaannya terhadap suatu barang apabila harganya turun dan mengurangkan pembelian sekiranya harga naik.
Dalam ekonomi yang sudah modern ,dimana peranan uang amat penting, maka ukuran efisiensi yang paling baik (walaupun bukan paling lengkap) adalah uang. Produksi dan biaya produksi bagaikan keping mata uang logam bersisi dua. Seiring berkembangnya zaman,setelah mengalami pertambahan penduduk dan perkembangan teknologi secara terus – menerus. Situasi kehidupan masyarakat menjadi berubah. Di lain pihak jenis dan jumlah kebutuhan hidup menjadi makin tidak terbatas.
Seiring dengan berkembangnya ilmu teknologi, ilmu pengetahuan, dan bertambahnya penduduk, memaksa kebutuhan hidup terus meningkat. Pada saat ini Kebutuhan hidup tidak bisa diambil langsung dari alam, akan tetapi harus diolah dahulu dengan cepat, efesien, dan harga terjangkau. Keadaan ini dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian orang untuk memperoleh keuntungan. Akan tetapi,  permintaan pasar berubah-ubah sehingga menyulitkan perusahaan untuk melakukan kegiatan produksinya, produk apa yang akan di produksi?. Namun dalam melakukan proses produksi suatu barang, perusahaan seharusnya memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan produksi, salah satunya kekuatan finansial yang mereka miliki, seperti biaya produksi.
Biaya Produksi merupakan Faktor penting yang harus diperhatikan ketika suatu perusahaan hendak menghasilkan suatu produksi.Hal ini dikarenakan setiap perusahaan tentu menginginkan Laba yang besar dalam setiap usaha produksinya. Oleh karena itu, diperlukannya suatu pemahaman tentang teori – teori biaya produksi agar suatu perusahaan dapat memperhitungkan biaya – biaya yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu output barang.
Pemahaman teori produksi sangat penting bagi suatu perusahaan karena dengan itu, perusahaan dapat memperhitungkan biaya – biaya apa saja yang memang diperlukan untuk menghasilkan suatu barang dan dengan itu pula maka perusahaan dapat menentukan harga satuan output barang.
Biaya produksi merupakan proses mengeluarkan pengorbanan yang biasanya dapat berupa uang atau peralatan, agar produksi dapat dilaksanakan. Selain biaya produksi, ada biaya-biaya lain yang harus diperhatikan, seperti biaya admintrasi, biaya keuangan, dan biaya pemasaran.Sedangkan biaya produksi terbagi menjadi dua berdasarkan yang dikeluarkan yaitu biaya produksi eksplesit dan implisit.Selain itu biaya produksi dapat dibagi dua pula berdasarkan jangka yaitu jangka pendek dan jangka panjang.
Biaya Produksi merupakan Faktor penting yang harus diperhatikan ketika suatu perusahaan hendak menghasilkan suatu produksi.Hal ini dikarenakan setiap perusahaan tentu menginginkan Laba yang besar dalam setiap usaha produksinya. Oleh karena itu, diperlukannya suatu pemahaman tentang teori – teori biaya produksi agar suatu perusahaan dapat memperhitungkan biaya – biaya yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu output barang.
Pemahaman teori produksi sangat penting bagi suatu perusahaan karena dengan itu, perusahaan dapat memperhitungkan biaya – biaya apa saja yang memang diperlukan untuk menghasilkan suatu barang dan dengan itu pula maka perusahaan dapat menentukan harga satuan output barang.
1.    Manfaat
·      Menberikan informasi pada masyarakat  tentang teori produksi jangka pendek dan jangka panjang.
·      Mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang ekonomi
2.    Tujuan
·         Memudahkan penerimaan informasi atau pembelajaran tentang teori produksi jangka pendek dan jangka panjang
·         Membantu pembelajaran ekonomi mikro pada masyarakat
·         Mengembangkan ilmu pengetahuan tentang ekonomi

Fungsi Produksi
       Fungsi produksi menunjukkan sifat hubungan antara input  dan output yang dihasilkan.
       Q = f (K, L, R, T)
       Q = Output
       K = Kapital/modal
       L = Labour/tenaga kerja
       R = Resources/sumber daya
       T = Teknologi

A. Teori Faktor Produksi
Suatu persamaan Fungsi Produksi dapat menunjukkan hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang dihasilkan.Faktor produksi yang digunakan disebut Input sedangkan jumlah produksi yang dihasilkan disebut Output. Fungsi Produksi dapat dinyakatakan dalam rumus: 
Dimana Q merupakan Output yang dihasilkan dari berbagai faktor produksi, K merupakan Kapital (Modal), L merupakan Labour atau tenaga kerja, R merupakan Resource atau Sumberdaya, dan T merupakan Technology atau teknologi dan keterampilan yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.
Teori produksi yang sederhana menggambarkan hubungan antara tingkat produksi barang dengan satu faktor produksi. Dalam suatu produsen memiliki satu input variabel, yakni tenaga kerja dan memiliki faktor produksi yang tetap, seperti mesin, peralatan, perlengkapan dan tanah dapat diketahui hubungan antara Q atau TP dengan sejumlah alat analisa produksi seperti Marginal Product (MP), dan Average Product (AP). 
Marginal Product (MP) merupakan perubahan TP yang diakibatkan oleh perubahan penggunaan satu satuan. Bila input variabelnya L maka disebut Marginal Product of Labor atau MPL dan bila input variabelnya K maka disebut MPK. MP dapat dicari dengan cara:

Untuk faktor produksi dalam bentuk persamaan kita dapat menurunkan (Diferensisasi) persamaan tersebut.
Average Product (AP) merupakan rata-rata produksi yang dihasilkan oleh setiap penggunaan faktor produksi   variabel. Sama seperti MP, AP dapat dipengaruhi oleh beberapa input variable, yakni Labour (L) dan Kapital (K). AP dapat dicari dengan rumus:

B. Produksi Jangka Panjang dan Jangka Pendek
Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.
Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:
jangka waktu dibedakan menjadi 2:

n  Jangka Pendek (short run). yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, namun  input tetap tidak dapat disesuaikan.
n  Jangka Panjang (long run) merupakan satu waktu dimana seluruh input variabel maupun tetap yang digunakan perusahaan dapat diubah.
Adapun tujuan dari pembedaan jangka waktu atau periodisasi dalam produksi adalah untuk meminimumkannya Biaya Produksi.
  1. produksi jangka pendek, yaitu bila sebagian faktor produksi jumlahnya tetap dan yang lainnya berubah (misalnya jumlah modal tetap, sedangkan tenaga kerja berubah).
  2. produksi jangka panjang, yaitu semua faktor produksi dapat berubah dan ditambah sesuai kebutuhan. 
Faktor produksi tetap adalah faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak tergantung pada jumlah produksi. Ada atau tidak ada produksi , faktor produksi ini harus ada dan tetap tersedia. Mesin-mesin pabrik adalah salah satu contoh .sampai pada interval produksi tertentu jumlah mesin tidak perluh ditambah.Tetapi jika tingkat produksi menurun sampai nol unit, jumlah mesin tidak bisa dikurangi.
Jumlah penggunaan faktor produksi variabel tergantung pada tingkat produksinya.Makin besar tingkat produksi, makin banyak faktor produksi variabel yang digunakan.Begitu juga sebaliknya.Buruh harian lepas di pabrik rokok adalah contohnya.Jika perusahaan ingin meningkatkan produksi, maka jumlah buruh hariannya ditambah.Sebaliknya jika ingin mengurangi produksi, buruh harian dapat dikurangi.
Pengertian faktor produksi tetap dan faktor produksi variable terkait erat dengan waktu yang dibutuhkan untuk menambah atau mengurangi faktor produksi tersebut. Mesin dikatakan sebagai faktor produksi tetap karena dalam jangka pendek (kurang dari setahun) susah untuk ditambah atau dikurangi .sebaliknya buruh dikatakan faktor produksi variable karena jumlah kebutuhannya dapat disediakan dalam waktu kurang dari satu tahun.
Dalam jangka panjang (long run) dan sangat panjang (very long run) semua faktor produksi sifatnya variabel.Perusahaan dapat menambah atau mengurangi kapasitas produksi dengan menambah atau mengurangi mesin produksi.Dalam konteks manajemen, jangka panjang dan jangka sangat panjang berkaitan dengan ukuran waktu kronologis.Misalnya ada kualifikasi yang menyatakan bahwa jangka panjang berkisar antara 5-25 tahun .jangka sangat panjang bila waktunya lebih dari 25 tahun.
Teori produksi tidak mendefinisikan jangka pendek dan jangka panjang secara kronologis.Periode jangka pendek adalah periode produksi di mana perusahaan tidak mampu dengan segera melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau beberapa faktor produksi.Periode jangka panjang adalah periode produksi dimana semua faktor produksi menjadi faktor produksi variable.
Sebagaimana telah dikemukakan dalam konsep produksi jangka panjang, bahwa dalam produksi jangka panjang semua input diperlakukan sebagai input variabel. Jadi, tidak ada input tetap. Maka dalam konsep biaya jangka panjang semua biaya dianggap sebagai biaya variabel (variabel cost), tidak ada biaya tetap. Dalam jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor-faktor produksi yang akan digunakan oleh perusahaan. Jangka panjang, yaitu jangka waktu di mana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan, yaitu jumlah daripada faktor-faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan dapat ditambah apabila memang dibutuhkan. Faktor-faktor produksi tersebut adalah: faktor pasar, faktor bahan mentah, faktor fasilitas angkutan, dan faktor tenaga kerja.
C. Biaya Produksi Jangka Panjang
Produksi Jangka Panjang.
1.    Yaitu produksi yang semua inputnya dapat dirubah.
a. kurva produksi sama (isoquant)
Isoquant menunjukkan kombinasi 2 macam input yang berbeda yang menghasilkan output yang sama.

  Isokuan (Isoquant)
Isokuan adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi variabel secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu, yang menghasilkan tingkat produksi yang sama. Misalnya, kasus usaha tekstil tradisional dengan asumsi mesin dapat ditambah.



Ciri-ciri isoquant:
       Mempunyai kemiringan negatif
       Semakin ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output
       Isoquant tidak pernah berpotongan dengan isoquant yang lainnya
       Isoquant cembung ke titik origin.Garis ongkos sama (isocost)/ kurva biaya sama.
       Menunjukkan semua kombinasi 2 macam input  yang dibeli perusahaan dengan pengeluaran total dan harga faktor produksi tertentu.


Dalam teori biaya produksi jangka panjang juga terdapat teori – teori biaya yakni diantaranya ialah :
a)   Biaya total (jangka panjang)
Adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat variabel.Biaya total sama dengan perubahan biaya variabel.di tulis dengan rumus:
LTC = LVC
Dimana   : 
LTC = Biaya total Jangka Panjang (Long Run Total Cost)
LVC = Biaya Variabel Jangka Panjang (Long Run Variable Cost)
Biaya Rata-Rata Jangka Panjang (Long-run Average Cost/LAC)
Biaya total rata-rata jangka panjang adalah biaya total dibagi jumlah output.
LAC = LTC/Q
Keterangan :   LAC = Biaya rata-rata jangka panjang
                        Q = Jumlah output

Kurva LAC menunjukkan biaya produksi per-unit terendah untuk setiap output pada setiap skala pabrik yang dapat dibangun. LAC menyinggung semua kurva biaya rata-rata jangka pendek Short-run Average Cost (SAC) yang mencerminkan semua alternatif perencanaan skala yang dapat dibangun oleh nperusahaan dalam jangka panjang.
Kurva LAC bukanlah dibentuk berdasarkan kepada beberapa kurva AC saja, tetapi berdasarkan kurva AC yang tidak terhingga banyaknya. Oleh karena kurva AC banyak jumlahnya maka kurva LAC adalah suatu kurva yang berupa garis lengkung yang berbentuk U. Kurva LAC tersebut merupakan kurva yang menyinggung berbagai kurva AC jangka pendek. Titik-titik persinggungan tersebut merupakan biaya produksi yang paling optimum/minimum untuk berbagai tingkat produksi yang akan dicapai pengusaha didalam jangak panjang.

b)  Biaya Marjinal
Adalah tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit. Perubahan biaya total adalah sama dengan perubahan biaya variabel.Maka rumusnya adalah :
LMC =∆LTC / ∆Q
Di mana :
LMC = Biaya Marjinal Jangka Panjang (Long Run Marginal Cost)
∆LTC = Perubahan Biaya Total Jangka Panjang
∆Q    = Perubahan Output

Kurva biaya marginal jangka panjang (LMC) mengukur perubahan biaya total jangka panjang (LTC) per unit perubahan output. LTC untuk setiap tingkat output dapat diperoleh dengan mengalikan output dengan LAC untuk setiap tingkat output tersebut. Dengan menerakan nilai-nilai LMC pada pertengahan antara tingkat output yang berurutan dan menghubungkan titik-titiknya, maka akan diperoleh kurva LMC. Kurva ini berbentuk U dan mencapai titik minimum sebelum kurva LAC mencapai titik minimumnya. Disamping itu, bagian kurva LMC yang menarik akan melalui titik terendah kurva LAC tersebut..

c)  Biaya Rata – Rata
Adalah Biaya total di bagi jumlah output.Di tunjukkan dengan rumus :
LAC = LTC / Q
Dimana :
LAC = Biaya Rata – Rata Jangka Panjang (Long Run Average Cost)
Q    = Jumlah output
Biaya total jangka panjang adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat variabel. Biaya total jagka panjang dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
LTC = LVC
Keterangan:    LTC = Biaya total jangka panjang
                        LVC = Biaya Variabel jangka panjang

LTC untuk tiap tingkat output dapat kita peroleh dengan mengalikan output dengan biaya rata-rata jangka panjang (LAC) pada tingkat output. Dengan menerakan nilai LTC untuk berbagai tingkat output dan menghubungkan titik-titiknya, maka akan didapat kurva LTC. Kurva LTC menunjukkan biaya total minimum guna memproduksi tiap tingkat output pada skala operasi yang diinginkan. Kurva LTC juga dinyatakan oleh kurva yang menyinggung semua kurva biaya total jangka pendek (STC).

Titik keseimbangan jangka panjang  
produsen hanya mungkin menerima pendapatan sekedar keuntungan normal (normal profit), TR = TC. Sebab seandainya dicari excess profit maka banyak perusahaan masuk pasar sehingga supply naik dst.
Syarat keseimbangan produsen :
§  LMC = LATC = P
§    SMC = LMC = SAC = P = MR

Syarat keseimbangan pasar :
§    LMC = SMC = P = MR
§   LAC = SAC = P  (pasar dalam kondisi normal profit)
Asumsi keseimbangan jangka panjang :
a)     output diproduksi di tingkat biaya produksi minimum
b)     konsumen membeli di tingkat harga minimum (P = MC)
c)     skala produksi penuh tidak ada disekonomi (pemborosan).
d)     semua perusahaan mendapat π normal (TR = TC).

Kurva Biaya Total Rata-Rata Jangka Panjang (Kurva LARC)
1.    Cara membentuk Kurva Biaya Total Rata-rata jangka panjang (LRAC):
Kurva biaya total rata-rata jangka panjang adalah kurva yang menunjukan biaya rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila perusahaan dapat selalu mengubah kapasitas memproduksinya.
Kurva LRAC bukanlah dibentuk berdasarkan kepada beberapa kurva AC saja, tetapi berdasarkan kurva AC yang tidak terhingga banyaknya.Oleh karena kurva AC banyak jumlahnya maka kurva LRAC adalah suatu kurva yang berupa garis lengkung yang berbentuk U. Kurva LRAC tersebut merupakan kurva yang menyinggung berbagai kurva AC jangka pendek. Titik-titik persinggungan tersebut merupakan biaya produksi yang paling optimum/minimum untuk berbagai tingkat produksi yang akan dicapai pengusaha didalam jangak panjang.
Satu hal yang harus diingat dalam menggambarkan kurva LRAC adalah bahwa kurva itu tidak menyinggung kurva-kurva AC pada bagian (dititik) yang terendah dari kurva AC. Dalam gambar hanya kurva ACx yang disinggung oleh kurva LRAC pada bagian kurva ACx yang paling rendah, yaitu titik B. Kurva AC yang terletak disebelah kiri ACx disinggung oleh kurva LRAC dibagian yang lebih tinggi dan disebelah kiri dari titik terendah. Perhatikanlah mislanya kurva AC2.Jelas kelihatan bahwa titik A1 bukanlah titik terendah pada kurva AC2.Titik tersebut terletak disebelah kiri dari titik terendah pada kurva AC2.Kurva yang terletak di sebelah kanan dari kurva ACx disinggung oleh kurva LRAC juga dibagian yang terletak lebih tinggi dari titik minimum pada AC yang bersangkutan dan titik singgung tersebut terletak disebelah kanan dari titik yang terendah.Titik C pada kurva AC3 jelas menggambarkan keadaan tersebut.



Kurva Biaya Total Rata-Rata Jangka Panjang
Faktor-faktor yang menyebabkan sifat biaya total rata-rata berbentuk huruf U adalah :

a.    AC yang berbentuk huruf U, yaitu sebagai akibat pengaruh hukum hasil lebih yang semakin berkurang
b.    Sedangkan untuk kurva LRAC yang berentuk huruf U atau lebih tepatnya berbentuk kuali disebabkan oleh faktor-faktor yang dinamakan oleh ahli-ahli ekonomi sebagai skala ekonomi(economies of scale) dan skala tidak ekonomi (diseconomies of scale). Skala ekonomi terjadi apabila pertambahan produksi menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin rendah sedangkan skala tidak ekonomi terjadi  apabila pertambahan produksi menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin tinggi.



Cara Meminimumkan Biaya
Dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurva biaya total rata-rata ( AC = Average Cost). Peminimuman biaya jangka panjang tergantung kepada 2 faktor berikut :
-  Tingkat produksi yang ingin dicapai
-  Sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia

Untuk meminimumkan biaya produksi maka kemiringan garis isocost harus sama dengan isoquan atau   ΔK      PL
                                                ΔL       PK
Contoh Kasus

1.    JANGKA PENDEK:
didalam jangka pendek apabila sebagian dari faktor produksi dianggap tetap jumlahnya. JANGKA WAKTU ANALISA:
Contoh:
Perbandingan perusahaan roti dengan perusahaan pengangkutan udara.
Industri pengolahan (perusahaan roti) à periode jangka pendek mungkin hanya 2 atau 3 tahun.

2.    JANGKAPANJANG:
bahwa dalam jangka panjang setiap faktor produksi dapatditambah jumlahnya kalau memang hal tersebut diperlukan.


Contoh:
·         Jumlah alat-alat produksi dapat ditambah
·         penggunaan mesin-mesin dapat dirombak dan dapat dipertinggi efisiensinya
·         jenis barang-barang baru dapat diproduksikan.

KESIMPULAN
Faktor produksi merupakan sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan.Namun pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi seluruh benda tangible, baik langsung dari alam maupun tidak, yang digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources).
Fungsi produksi menggambarkan berapa jumlah produksi maksimum yang mampu diproduksi oleh produsen pada setiap kombinasi input atau faktor produksi yang ada. Isoquant adalah kurva yang menunjukkan semua kombinasi input yang dibutuhkan dalam menghasilkan suatu produksi oleh produsen. Garis biaya sama adalah kurva yang menggambarkan gabungan faktor-faktor produksi yang dapat digunakan dengan sejumlah biaya tertentu. Untuk membuat garis biaya sama, diperlukan data tentang harga faktor-faktor produksi yang digunakan dan jumlah uang yang tersedia untuk membayar faktor-faktor produksi.

Teori biaya produksi jangka panjang

Teori Biaya Produksi Jangka Panjang Teori tingkah laku  konsumen memberikan latar belakang yang penting di dalam memahami sifat perminta...