Teori Biaya Produksi Jangka Panjang
Teori
tingkah laku konsumen memberikan latar belakang yang penting di dalam
memahami sifat permintaan pembeli di pasar. Dari analisis itu sekarang telah
dapat dipahami alasan yang mendorong para pembeli menaikan permintaannya
terhadap suatu barang apabila harganya turun dan mengurangkan pembelian
sekiranya harga naik.
Dalam ekonomi yang sudah modern ,dimana peranan uang amat
penting, maka ukuran efisiensi yang paling baik (walaupun bukan paling lengkap)
adalah uang. Produksi dan biaya produksi bagaikan keping mata uang logam
bersisi dua. Seiring berkembangnya zaman,setelah mengalami pertambahan penduduk
dan perkembangan teknologi secara terus – menerus. Situasi kehidupan masyarakat
menjadi berubah. Di lain pihak jenis dan jumlah kebutuhan hidup menjadi makin
tidak terbatas.
Seiring dengan berkembangnya ilmu teknologi, ilmu
pengetahuan, dan bertambahnya penduduk, memaksa kebutuhan hidup terus
meningkat. Pada saat ini Kebutuhan hidup tidak bisa diambil langsung dari alam,
akan tetapi harus diolah dahulu dengan cepat, efesien, dan harga terjangkau.
Keadaan ini dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian orang untuk memperoleh
keuntungan. Akan tetapi, permintaan pasar berubah-ubah sehingga
menyulitkan perusahaan untuk melakukan kegiatan produksinya, produk apa yang
akan di produksi?. Namun dalam melakukan proses produksi suatu barang,
perusahaan seharusnya memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan produksi,
salah satunya kekuatan finansial yang mereka miliki, seperti biaya produksi.
Biaya Produksi merupakan Faktor penting yang harus
diperhatikan ketika suatu perusahaan hendak menghasilkan suatu produksi.Hal ini
dikarenakan setiap perusahaan tentu menginginkan Laba yang besar dalam setiap
usaha produksinya. Oleh karena itu, diperlukannya suatu pemahaman tentang teori
– teori biaya produksi agar suatu perusahaan dapat memperhitungkan biaya –
biaya yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu output barang.
Pemahaman teori produksi sangat penting bagi suatu
perusahaan karena dengan itu, perusahaan dapat memperhitungkan biaya – biaya
apa saja yang memang diperlukan untuk menghasilkan suatu barang dan dengan itu
pula maka perusahaan dapat menentukan harga satuan output barang.
Biaya produksi merupakan proses mengeluarkan pengorbanan
yang biasanya dapat berupa uang atau peralatan, agar produksi dapat
dilaksanakan. Selain biaya produksi, ada biaya-biaya lain yang harus diperhatikan,
seperti biaya admintrasi, biaya keuangan, dan biaya pemasaran.Sedangkan biaya
produksi terbagi menjadi dua berdasarkan yang dikeluarkan yaitu biaya produksi
eksplesit dan implisit.Selain itu biaya produksi dapat dibagi dua pula
berdasarkan jangka yaitu jangka pendek dan jangka panjang.
Biaya Produksi merupakan Faktor penting yang harus
diperhatikan ketika suatu perusahaan hendak menghasilkan suatu produksi.Hal ini
dikarenakan setiap perusahaan tentu menginginkan Laba yang besar dalam setiap
usaha produksinya. Oleh karena itu, diperlukannya suatu pemahaman tentang teori
– teori biaya produksi agar suatu perusahaan dapat memperhitungkan biaya –
biaya yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu output barang.
Pemahaman teori produksi sangat penting bagi suatu
perusahaan karena dengan itu, perusahaan dapat memperhitungkan biaya – biaya
apa saja yang memang diperlukan untuk menghasilkan suatu barang dan dengan itu
pula maka perusahaan dapat menentukan harga satuan output barang.
1.
Manfaat
·
Menberikan
informasi pada masyarakat tentang teori
produksi jangka pendek dan jangka panjang.
·
Mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang ekonomi
2.
Tujuan
·
Memudahkan penerimaan informasi atau pembelajaran tentang
teori produksi jangka pendek dan jangka panjang
·
Membantu pembelajaran ekonomi mikro pada masyarakat
·
Mengembangkan ilmu pengetahuan tentang ekonomi
Fungsi Produksi
•
Fungsi produksi menunjukkan sifat hubungan antara input dan output yang dihasilkan.
•
Q = f (K, L, R, T)
•
Q = Output
•
K = Kapital/modal
•
L = Labour/tenaga kerja
•
R = Resources/sumber daya
•
T = Teknologi
A. Teori Faktor Produksi
Suatu persamaan Fungsi Produksi
dapat menunjukkan hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi
yang dihasilkan.Faktor produksi yang digunakan disebut Input sedangkan
jumlah produksi yang dihasilkan disebut Output. Fungsi Produksi dapat
dinyakatakan dalam rumus:
Dimana Q merupakan Output yang
dihasilkan dari berbagai faktor produksi, K merupakan Kapital (Modal), L
merupakan Labour atau tenaga kerja, R merupakan Resource atau Sumberdaya, dan T
merupakan Technology atau teknologi dan keterampilan yang digunakan untuk
menghasilkan barang dan jasa.
Teori produksi yang sederhana
menggambarkan hubungan antara tingkat produksi barang dengan satu faktor
produksi. Dalam suatu produsen memiliki satu input variabel, yakni tenaga kerja
dan memiliki faktor produksi yang tetap, seperti mesin, peralatan, perlengkapan
dan tanah dapat diketahui hubungan antara Q atau TP dengan sejumlah alat
analisa produksi seperti Marginal Product (MP), dan Average Product (AP).
Marginal Product (MP) merupakan
perubahan TP yang diakibatkan oleh perubahan penggunaan satu satuan. Bila input
variabelnya L maka disebut Marginal Product of Labor atau MPL dan bila input variabelnya K maka disebut MPK. MP dapat
dicari dengan cara:
Untuk faktor produksi dalam bentuk persamaan kita dapat menurunkan (Diferensisasi) persamaan tersebut.
Average Product (AP) merupakan
rata-rata produksi yang dihasilkan oleh setiap penggunaan faktor produksi variabel. Sama seperti MP, AP dapat
dipengaruhi oleh beberapa input variable, yakni Labour (L) dan Kapital (K). AP
dapat dicari dengan rumus:
B. Produksi Jangka Panjang dan
Jangka Pendek
Yang dimaksud dengan teori produksi
adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah
faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.
Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:
Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:
jangka waktu dibedakan menjadi 2:
n Jangka
Pendek (short run).
yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, namun input tetap tidak dapat disesuaikan.
n Jangka
Panjang (long run)
merupakan satu waktu dimana seluruh input variabel maupun tetap yang digunakan
perusahaan dapat diubah.
Adapun tujuan dari pembedaan
jangka waktu atau periodisasi dalam produksi adalah untuk meminimumkannya Biaya
Produksi.
- produksi jangka pendek, yaitu bila sebagian faktor
produksi jumlahnya tetap dan yang lainnya berubah (misalnya jumlah modal
tetap, sedangkan tenaga kerja berubah).
- produksi jangka panjang, yaitu semua faktor produksi
dapat berubah dan ditambah sesuai kebutuhan.
Faktor produksi tetap adalah faktor
produksi yang jumlah penggunaannya tidak tergantung pada jumlah produksi. Ada
atau tidak ada produksi , faktor produksi ini harus ada dan tetap tersedia.
Mesin-mesin pabrik adalah salah satu contoh .sampai pada interval produksi
tertentu jumlah mesin tidak perluh ditambah.Tetapi jika tingkat produksi
menurun sampai nol unit, jumlah mesin tidak bisa dikurangi.
Jumlah penggunaan faktor produksi
variabel tergantung pada tingkat produksinya.Makin besar tingkat produksi,
makin banyak faktor produksi variabel yang digunakan.Begitu juga
sebaliknya.Buruh harian lepas di pabrik rokok adalah contohnya.Jika perusahaan
ingin meningkatkan produksi, maka jumlah buruh hariannya ditambah.Sebaliknya
jika ingin mengurangi produksi, buruh harian dapat dikurangi.
Pengertian faktor produksi tetap dan
faktor produksi variable terkait erat dengan waktu yang dibutuhkan untuk
menambah atau mengurangi faktor produksi tersebut. Mesin dikatakan sebagai
faktor produksi tetap karena dalam jangka pendek (kurang dari setahun) susah
untuk ditambah atau dikurangi .sebaliknya buruh dikatakan faktor produksi
variable karena jumlah kebutuhannya dapat disediakan dalam waktu kurang dari
satu tahun.
Dalam jangka panjang (long run) dan
sangat panjang (very long run) semua faktor produksi sifatnya
variabel.Perusahaan dapat menambah atau mengurangi kapasitas produksi dengan
menambah atau mengurangi mesin produksi.Dalam konteks manajemen, jangka panjang
dan jangka sangat panjang berkaitan dengan ukuran waktu kronologis.Misalnya ada
kualifikasi yang menyatakan bahwa jangka panjang berkisar antara 5-25 tahun
.jangka sangat panjang bila waktunya lebih dari 25 tahun.
Teori produksi tidak mendefinisikan
jangka pendek dan jangka panjang secara kronologis.Periode jangka pendek adalah
periode produksi di mana perusahaan tidak mampu dengan segera melakukan
penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau beberapa faktor produksi.Periode
jangka panjang adalah periode produksi dimana semua faktor produksi menjadi
faktor produksi variable.
Sebagaimana telah dikemukakan dalam konsep produksi jangka
panjang, bahwa dalam produksi jangka panjang semua input diperlakukan sebagai
input variabel. Jadi, tidak ada input tetap. Maka dalam konsep biaya jangka
panjang semua biaya dianggap sebagai biaya variabel (variabel cost), tidak ada
biaya tetap. Dalam jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua
faktor-faktor produksi yang akan digunakan oleh perusahaan. Jangka panjang,
yaitu jangka waktu di mana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan,
yaitu jumlah daripada faktor-faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan
dapat ditambah apabila memang dibutuhkan. Faktor-faktor produksi tersebut adalah:
faktor pasar, faktor bahan mentah, faktor fasilitas angkutan, dan faktor tenaga
kerja.
C. Biaya Produksi Jangka Panjang
Produksi Jangka Panjang.
1.
Yaitu produksi yang semua inputnya dapat dirubah.
a. kurva
produksi sama (isoquant)
Isoquant menunjukkan kombinasi 2
macam input yang berbeda yang menghasilkan output yang sama.
Isokuan (Isoquant)
Isokuan adalah kurva yang menggambarkan
berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi variabel secara efisien
dengan tingkat teknologi tertentu, yang menghasilkan tingkat produksi yang
sama. Misalnya, kasus usaha tekstil tradisional dengan asumsi mesin dapat
ditambah.
Ciri-ciri isoquant:
•
Mempunyai
kemiringan negatif
•
Semakin
ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output
•
Isoquant tidak pernah berpotongan dengan isoquant yang
lainnya
•
Isoquant
cembung ke titik origin.Garis ongkos sama (isocost)/ kurva biaya sama.
•
Menunjukkan
semua kombinasi 2 macam input yang
dibeli perusahaan dengan pengeluaran total dan harga faktor produksi tertentu.
Dalam teori biaya produksi jangka panjang juga
terdapat teori – teori biaya yakni diantaranya ialah :
a) Biaya total (jangka panjang)
Adalah
biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat
variabel.Biaya total sama dengan perubahan biaya variabel.di tulis dengan
rumus:
LTC
= LVC
Dimana
:
LTC
= Biaya total Jangka Panjang (Long Run Total Cost)
LVC
= Biaya Variabel Jangka Panjang (Long Run Variable Cost)
Biaya
Rata-Rata Jangka Panjang (Long-run Average Cost/LAC)
Biaya total rata-rata
jangka panjang adalah biaya total dibagi jumlah output.
LAC = LTC/Q
Keterangan : LAC = Biaya rata-rata jangka panjang
Q = Jumlah output
Kurva LAC menunjukkan
biaya produksi per-unit terendah untuk setiap output pada setiap skala pabrik
yang dapat dibangun. LAC menyinggung semua kurva biaya rata-rata jangka pendek
Short-run Average Cost (SAC)
yang mencerminkan semua alternatif perencanaan skala yang dapat dibangun oleh
nperusahaan dalam jangka panjang.
Kurva LAC bukanlah
dibentuk berdasarkan kepada beberapa kurva AC saja, tetapi berdasarkan kurva AC
yang tidak terhingga banyaknya. Oleh karena kurva AC banyak jumlahnya maka
kurva LAC adalah suatu kurva
yang berupa garis lengkung yang berbentuk U. Kurva LAC tersebut merupakan kurva
yang menyinggung berbagai kurva AC jangka pendek. Titik-titik persinggungan
tersebut merupakan biaya produksi yang paling optimum/minimum untuk berbagai
tingkat produksi yang akan dicapai pengusaha didalam jangak panjang.
b) Biaya Marjinal
Adalah
tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit. Perubahan biaya
total adalah sama dengan perubahan biaya variabel.Maka rumusnya adalah :
LMC
=∆LTC / ∆Q
Di
mana :
LMC
= Biaya Marjinal Jangka Panjang (Long Run Marginal Cost)
∆LTC
= Perubahan Biaya Total Jangka Panjang
∆Q
= Perubahan Output
Kurva biaya marginal jangka panjang (LMC) mengukur
perubahan biaya total jangka panjang (LTC) per unit perubahan output. LTC untuk
setiap tingkat output dapat diperoleh dengan mengalikan output dengan LAC untuk
setiap tingkat output tersebut. Dengan menerakan nilai-nilai LMC pada
pertengahan antara tingkat output yang berurutan dan menghubungkan
titik-titiknya, maka akan diperoleh kurva LMC. Kurva ini berbentuk U dan
mencapai titik minimum sebelum kurva LAC mencapai titik minimumnya. Disamping
itu, bagian kurva LMC yang menarik akan melalui titik terendah kurva LAC
tersebut..
c) Biaya Rata – Rata
Adalah
Biaya total di bagi jumlah output.Di tunjukkan dengan rumus :
LAC = LTC / Q
LAC = LTC / Q
Dimana
:
LAC
= Biaya Rata – Rata Jangka Panjang (Long Run Average Cost)
Q
= Jumlah output
Biaya total jangka panjang adalah biaya yang dikeluarkan
untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat variabel. Biaya total
jagka panjang dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
LTC = LVC
Keterangan: LTC = Biaya total jangka panjang
LVC = Biaya Variabel jangka
panjang
LTC untuk tiap tingkat output dapat kita peroleh dengan
mengalikan output dengan biaya rata-rata jangka panjang (LAC) pada tingkat
output. Dengan menerakan nilai LTC untuk berbagai tingkat output dan
menghubungkan titik-titiknya, maka akan didapat kurva LTC. Kurva LTC
menunjukkan biaya total minimum guna memproduksi tiap tingkat output pada skala
operasi yang diinginkan. Kurva LTC juga dinyatakan oleh kurva yang menyinggung
semua kurva biaya total jangka pendek (STC).
Titik
keseimbangan jangka panjang
produsen hanya mungkin
menerima pendapatan sekedar keuntungan normal (normal profit), TR = TC.
Sebab seandainya dicari excess profit maka banyak perusahaan masuk pasar
sehingga supply naik dst.
Syarat
keseimbangan produsen :
§ LMC = LATC = P
§ SMC
= LMC = SAC = P = MR
Syarat
keseimbangan pasar :
§ LMC
= SMC = P = MR
§ LAC = SAC
= P (pasar dalam kondisi normal profit)
Asumsi
keseimbangan jangka panjang :
a) output
diproduksi di tingkat biaya produksi minimum
b) konsumen
membeli di tingkat harga minimum (P = MC)
c) skala
produksi penuh tidak ada disekonomi (pemborosan).
d) semua
perusahaan mendapat π normal (TR = TC).
Kurva Biaya Total Rata-Rata Jangka Panjang (Kurva LARC)
1.
Cara
membentuk Kurva Biaya Total Rata-rata jangka panjang (LRAC):
Kurva
biaya total rata-rata jangka panjang adalah kurva yang menunjukan biaya
rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila
perusahaan dapat selalu mengubah kapasitas memproduksinya.
Kurva
LRAC bukanlah dibentuk berdasarkan kepada beberapa kurva AC saja, tetapi
berdasarkan kurva AC yang tidak terhingga banyaknya.Oleh karena kurva AC banyak
jumlahnya maka kurva LRAC adalah suatu kurva yang berupa garis lengkung yang
berbentuk U. Kurva LRAC tersebut merupakan kurva yang menyinggung berbagai
kurva AC jangka pendek. Titik-titik persinggungan tersebut merupakan biaya
produksi yang paling optimum/minimum untuk berbagai tingkat produksi yang akan
dicapai pengusaha didalam jangak panjang.
Satu
hal yang harus diingat dalam menggambarkan kurva LRAC adalah bahwa kurva itu
tidak menyinggung kurva-kurva AC pada bagian (dititik) yang terendah dari kurva
AC. Dalam gambar hanya kurva ACx yang disinggung oleh kurva LRAC pada bagian
kurva ACx yang paling rendah, yaitu titik B. Kurva AC yang terletak disebelah
kiri ACx disinggung oleh kurva LRAC dibagian yang lebih tinggi dan disebelah
kiri dari titik terendah. Perhatikanlah mislanya kurva AC2.Jelas kelihatan
bahwa titik A1 bukanlah titik terendah pada kurva AC2.Titik tersebut terletak
disebelah kiri dari titik terendah pada kurva AC2.Kurva yang terletak di
sebelah kanan dari kurva ACx disinggung oleh kurva LRAC juga dibagian yang
terletak lebih tinggi dari titik minimum pada AC yang bersangkutan dan titik
singgung tersebut terletak disebelah kanan dari titik yang terendah.Titik C
pada kurva AC3 jelas menggambarkan keadaan tersebut.
Kurva
Biaya Total Rata-Rata Jangka Panjang
Faktor-faktor
yang menyebabkan sifat biaya total rata-rata berbentuk huruf U adalah :
a.
AC
yang berbentuk huruf U, yaitu sebagai akibat pengaruh hukum hasil lebih yang
semakin berkurang
b.
Sedangkan
untuk kurva LRAC yang berentuk huruf U atau lebih tepatnya berbentuk kuali
disebabkan oleh faktor-faktor yang dinamakan oleh ahli-ahli ekonomi sebagai
skala ekonomi(economies of scale) dan skala tidak ekonomi (diseconomies of
scale). Skala ekonomi terjadi apabila pertambahan produksi menyebabkan biaya
produksi rata-rata menjadi semakin rendah sedangkan skala tidak ekonomi
terjadi apabila pertambahan produksi
menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin tinggi.
Cara Meminimumkan Biaya
Dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik
digambarkan oleh kurva biaya total rata-rata ( AC = Average Cost). Peminimuman
biaya jangka panjang tergantung kepada 2 faktor berikut :
- Tingkat produksi yang
ingin dicapai
- Sifat dari pilihan
kapasitas pabrik yang tersedia
Untuk meminimumkan biaya produksi maka
kemiringan garis isocost harus sama dengan isoquan atau ΔK
PL
ΔL PK
Contoh Kasus
1.
JANGKA PENDEK:
didalam
jangka pendek apabila sebagian dari faktor produksi dianggap tetap jumlahnya.
JANGKA WAKTU ANALISA:
Contoh:
Perbandingan
perusahaan roti dengan perusahaan pengangkutan udara.
Industri
pengolahan (perusahaan roti) à
periode jangka pendek mungkin hanya 2 atau 3 tahun.
2. JANGKAPANJANG:
bahwa dalam jangka panjang setiap faktor produksi dapatditambah jumlahnya kalau memang hal tersebut diperlukan.
bahwa dalam jangka panjang setiap faktor produksi dapatditambah jumlahnya kalau memang hal tersebut diperlukan.
Contoh:
·
Jumlah alat-alat produksi dapat ditambah
·
penggunaan mesin-mesin dapat
dirombak dan dapat dipertinggi efisiensinya
·
jenis barang-barang baru dapat
diproduksikan.
KESIMPULAN
Faktor
produksi merupakan sumber daya yang digunakan
dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi
dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga
kerja, modal,
sumber daya alam,
dan kewirausahaan.Namun
pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi
seluruh benda tangible, baik langsung dari alam maupun tidak, yang digunakan
oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources).
Fungsi
produksi menggambarkan berapa jumlah produksi maksimum yang mampu diproduksi
oleh produsen pada setiap kombinasi input atau faktor produksi yang ada.
Isoquant adalah kurva yang menunjukkan semua kombinasi input yang dibutuhkan
dalam menghasilkan suatu produksi oleh produsen. Garis biaya sama adalah kurva
yang menggambarkan gabungan faktor-faktor produksi yang dapat digunakan dengan
sejumlah biaya tertentu. Untuk membuat garis biaya sama, diperlukan data
tentang harga faktor-faktor produksi yang digunakan dan jumlah uang yang
tersedia untuk membayar faktor-faktor produksi.